Jumat, 25 Januari 2013



NATRIUM

Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air, sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni
Natrium merupakan nutrisi penting untuk mempertahankan mempertahankan volume darah, mengatur keseimbangan air dalam sel, dan menjaga fungsi saraf. Ginjal mengontrol keseimbangan natrium dengan meningkatkan atau menurunkan natrium dalam urin.

Satu sendok teh garam mengandung sekitar 2.300 miligram natrium, lebih dari empat kali jumlah yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Asupan natrium berlebih merupakan satu faktor yang diketahui mempengaruhi tekanan darah tinggi, namun tidak semua orang memiliki kerentanan yang sama. Sensitivitas terhadap natrium sangat individual dan biasanya meningkat dengan usia
.

1.       Sifat Utama
Seperti logam alkali lainnya, natrium adalah unsur reaktif yang lunak, ringan, dan putih keperakan, yang tak pernah berwujud sebagai unsur murni di alam. Natrium mengapung di air, menguraikannya menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida. Jika digerus menjadi bubuk, natrium akan meledak dalam air secara spontan. Namun, biasanya ia tidak meledak di udarabersuhu di bawah 388 K. Natrium juga bila dalam keadaan berikatan dengan ion OH- maka akan membentuk basa kuat yaitu NaOH

2.       Ketidakseimbangan Natrium
Fungsi Natrium. Natrium merupakan elektrolit yang paling berlimpah dalam CES, konsentrasinya berkisar antara 135 sampai 145 mEq/L (SI: 135 – 145 mmol/L) dan karenanya natrium merupakan penentu utama osmolalitas CES.

2.1    Kekurangan Natrium (Hiponatremia)

Hiponatremia mengacu pada kadar natrium serum yang kurang dari normal (kurang dari 135 mEq/L ; 135 mmol/L). Konsentrasi natrium plasma menggambarkan rasio natrium tubuh total terhadap air tubuh total.
Natrium mungkin hilang melalui muntah, diare, fistula, atau berkeringat, atau mungkin dihubungkan dengan diuretik, trauma pada kombinasi dengandiet rendah garam. Defisiensi aldosteron, seperti yang terjadi pada insufisiensi afrenal, juga meningkatkan kecenderungan pasien untuk mengalami defisiensi natrium.




2.2  Manifestasi Klinis

Gambaran – gambaran hiponatremia yang berhubungan dengan kehilangan natrium dan penambahan air termasuk anoreksia, kram otot, dan perasaan kelelahan. Jika kadar natrium serun turun di bawah 115 mEq/L (SI: 115 mmol/L), tanda – tanda peningkatan tekanan intrakranial, seperti letargi, konfusi, kedutan otot, kelemahan fokal, hemiparese, papiledema, dan kejang mungkin terjadi.

2.3  Penatalaksanaan

Penggantian Natrium. Pengobatan yang paling nyata dari hiponatremia adalah pemberian natrium yang hati – hati. Pembatasan air. Jika hiponatremia terjadi pada pasien dengan volume cairan normal atau berlebih, pengobatan pilihannya adalah pembatasan air. Hal ini jauh lebih aman dibandingkan dengan pemberian natrium dan biasanya cukup efektif.

2.4.  Pengkajian Keperawatan

        Untuk pasien – pasien yang beresiko, perawat memantau masukan dan haluaran cairan juga menimbang berat badan setiap hari. Kehilangan natrium abnormal atau penambahan air dicatat. Manifestasi gastrointestinal, seperti anoreksia, mual, muntah, dan kram abdomen, juga dicatat. Perawat terutama harus mewaspadai perubahan – perubahan sistem saraf pusat, seperti letargi, konfusi, kedua otot, dan kejang – kejang. Umumnya lebih banyak gejala neurologis yang dihubungkan dengan kadar natrium yang sangat rendah yang terjadi sangat cepat karena kelebihan cairan. Tindakan paling penting adalah untuk memantau kadar natrium serum dengan ketat pada pasien – pasien yang beresiko mengalami hiponatremia. Jika ada indikasi, kadar natrium urin dan berat jenis urin juga dipantau. Hiponatremia merupakan penyebab konfusi pada lansia yang sering diabaikan.

2.5  Intervensi Keperawatan
       
        Mendeteksi dan Mengendalikan Hiponatremia. Untuk pasien yang mengalami kehilangan natrium yang abnormal, tetapi tetap dapat memakan diet biasa, dianjurkan untuk mengkonsumsi dan disediakan makanan dan cairan yang mengandung natrium berkadar tinggi.
        Memulihkan Kadar Natrium kembali Normal. Jika masalah utamanya adalah retensi air, lebih aman untuk membatasi masukan cairan dibandingkan engan memberikan natrium. Pada hiponatremia berat, tujuan terapi adalah untuk meningkatkan kadar natrium serum secukupnya hanya untuk menghilangkan tanda – tanda gangguan neurologis.

2.6  Kelebihan Natrium (Hipernatremia)

Hipernatremia mengacu pada kadar natrium serum yang lebih tinggi dari normal, yaitu lebih tinggi dari 145 mEq/L (SI: 145 mmol/L). Penyebab. Penyebab umum Hipernatremia adalah karena kehilangan air pada pasien yang tidak sadar yang tidak dapat mempersepsikanatau berespons terhadap rasa haus. Pasien yang sering mengalaminya adalah pasien yang sangat tua, sangat muda, dan pasien yang mengalami gangguan kognitif yang tidak mampu mengkomunikasikan rasa haus mereka.





2.7  Manifestasi Klinis

        Secara klinis perubahan – perubahan ini mungkin dimanifestasikan oleh kegelisahan dan kelemahan pada hipernatremia sedang dan oleh disorientasi, delusi, dan halusinasi pada hipernatremia berat. Karakteristik utama hipernatremia adalah rasa haus.

2.8  Penatalaksanaan dan Memperbaiki Hipernatremia.

        Pengobatan hipernatremia terdiri atas penurunan kadar natrium serum dengan infus larutan elektrolit hipotonik (seperti natrium klorida 0,3%) atau larutan isotonik (seperti D,W). Larutan natrium hipotonik dipertimbangkan lebih aman dibandingkan Dektrosa 5% dalam air oleh beberapa praktisi klinik karena larutan ini menyebabkan penurunan kadar natrium serum yang bertahap dan karenaya menurunkan resiko terjadinya edema serebral. Diuretik mungkin juga diberikan untuk mengatasi penambahan natrium. Desmopressin (DDAVP) dapat diberikan untuk mengobati diabetes insipidus jika ia merupakan penyebab dari hipernatremia.
        Pada saat Hipernatremiaterjadi dan cairan parenteral merupakan hal yang penting untuk penatalaksanaan, perawat memantau respons pasien terhadap cairan dengan melakukan tunjauan terhadap seri kadar natrium serum dan dengan mengobservasi perubahan – perubahan dalam tanda – tanda neurologis.

2.9  Pengkajian Keperawatan

        Mencegah Hipernatremia. Perawat berupaya untuk mencegah Hipernatremia dengan memberikan cairan pada interval yang teratur, terutama pada pasien yang mengalami gangguan yang tidak mampu mempersepsikan atau berespons terhadap rasa haus.





Daftar Pustaka

1 komentar:

  1. iziinn mintak materinya ya.. buat tugass.. habis keren+llengkap ^^.

    BalasHapus